Bhagaskara Bordir

Selamat Datang
di Bhagaskara Bordir

Situs layanan jasa bordir komputer online

Workshop kami berlokasi di Jl Gunungsari no 24 Surabaya, bagi sahabat-sahabat yang berdomisili di Surabaya dan ingin memanfaatkan jasa kami silahkan langsung ke Workshop kami, hubungi 031 77 67 55 57

Untuk sahabat yang berada diluar Surabaya, kami membuka layanan bordir online: pesan - kirim, silahkan email atau sms kami di 081 330 154 977 bisa juga melalui Kontak Kami

Author Archive

EMARANG, suaramerdeka.com - Sabah salah satu kota di Malaysia membuka peluang usaha bagi pengusaha di wilayah Jawa Tengah. Yaitu, melalui rencana pameran bisnis dan perdagangan internasional di Sabah bertajuk Sabah International Expo 2012 yang berlangsung 21-24 September mendatang.

Consulate General of The Republic of Indonesia Kota Kinabalu, Ema Noviana menuturkan, Committee Sabah International Expo 2012 membuka kesempatan kepada sejumlah pelaku usaha Jateng melalui pameran bisnis tersebut. Kegiatan ini untuk membuka dan meningkatkan perdagangan Indonesia menuju Sabah-Malaysia. Menurut Ema, potensi pasar di Sabah terbuka lebar. Perkembangan ekonomi di kota tersebut berkembang cukup pesat dengan penduduk berjumlah tiga juta jiwa.

”Produk rasa Indonesia propeknya sangat bagus di kota Sabah. Selama ini sebagian besar produk Indonesia seperti furnitur dan handicraft diminati masyarakat Sabah. Dengan pameran ini diharapkan membuka peluang pengusaha Jateng untuk ekspansi kesana,” katanya saat Business Meeting Sabah International Expo 2012, di ruang Astoria, Hotel Dafam Semarang Rabu (4/4).

Principal Assistant Director Head of Investment Promotion Section, Tseu Kei Yue mengatakan, ajang ini mendapatkan dukungan dari kerajaan Malaysia yang selama ini berlangsung sejak tahun 2003 serta diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Sabah. Animo masyarakat Sabah sendiri, kata dia, sangat tinggi terhadap aneka produk dari beberapa negara yang mengikuti pameran tersebut. Sejumlah negara yang sering mengikuti ajang bisnis itu diantaranya Cina, Afrika Selatan, Austria, Swis, Filipina, Jepang dan Singapura.

Pencapaian transaksi selama pameran, lanjut Tseu didampingi Committee SIE 2012 Richard Lim, selalu mencapai angka fantastis. Tahun 2010 lalu, nilai transaksi mencapai 12,4 juta ringgit. Adapun beberapa komoditas yang dipamerkan seperti kelapa sawit, otomotif, jasa, produk kesehatan dan manufaktur. Tersedia 370 stand dengan estimasi jumlah pengunjung mencapai 45.000 pengunjung.

Rini Wahyu Hariyani dari Riwani Globe yang juga sebagai anggota Kadin Jateng menyatakan siap menjembatani pelaku usaha Jateng yang berminat mengikuti pameran SIE 2012 di Sabah Malaysia. ”Ini adalah kesempatan emas bagi pengusaha Jateng untuk memasarkan produk mereka ke negara tetangga. Peluang usaha di Sabah masih terbuka lebar. Untuk itu, kesempatan ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” terangnya.

Bagi pelaku usaha yang berminat, bisa mendaftar ke kantor Riwani Globe di Jalan Puri Anjosmoro F-1 Nomor 15A Semarang nomor telepon (0247622948). Untuk pendaftar yang melakukan konfirmasi paling cepat tersedia diskon 10%. Peserta dari Jateng pun, lanjut Rini mendapat banyak keistimewaan. Yaitu setiap 10 stand memperoleh gratis kontainer pengiriman untuk mengangkut produk mereka menuju Sabah. Tersedia 10-20 stand untuk pengusaha Jateng, sisanya diperuntukkan bagi pengusaha Jakarta dan Jogjakarta.

sumber:

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/04/04/114486/Sabah-Malaysia-Buka-Peluang-Usaha-Pengusaha-Jateng-

 

Padang Ekspres • Kamis, 22/03/2012 13:32 WIB • (nia) • 105 klik

Tabur Benih Ikan: Wako Pariaman Mukhlis Rahman bersama Pol PP melakukan tabur be

Pariaman, Padek—Tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman di Kota Tabuik ini telah membawa sejumlah perubahan. Di antaranya mulai menggeliatnya perekonomian masyarakat. Jejeran ruko di sepanjang jalur terminal Jati Pariaman dan di jalan-jalan utama menandakan Pariaman mulai dilirik sebagai lahan investasi.
“Semua itu kami lakukan telah sesuai dengan RPJP / RPJM Pariaman dalam mewujudkan Pariaman sebagai kota perdagangan dan jasa. Sesuai RPJM menjadikan kota ini sebagai kota tujuan wisata yang islami,” ungkap Mukhlis pada Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin.
Jejeran ruko dan pembangunan ruko sepanjang jalur Bypass Jati menjadi indikasi menggeliatnya perekonomian. Artinya, Kota Pariaman mulai dilihat sebagai lahan investasi yang menjanjikan oleh sejumlah pihak. Hal ini tentunya positif karena memacu pertumbuhan perekonomian.
Geliat ekonomi yang terjadi tidak hanya siang hari, tetapi juga hingga tengah malam. Sepanjang hari, selalu tampak ramai di setiap sudut kota. Kerberhasilan itu tentu sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memaksimalkan pertumbuhan di kawasan itu, pemko mengambil kebijakan untuk mengoptimalkan penggunaan kawasan Terminal Jati. Di antaranya dengan mengaktifkan kembali pasar produksi yang berada dalam kompleks itu.
Berfungsinya pasar produksi yang didesain untuk menjual hasil kerajinan bordir yang biasanya menyuplai kebutuhan pasar di Bukittinggi akan memberikan kemudahan bagi para pedagang dan pengrajin.

Mereka bisa langsung membawa barang dagangannya dari situ. Wisatawan yang juga menggunakan kendaraan umum, juga bisa membeli kerajinan bordir sebagai oleh-oleh. Agar lebih maksimal, setelah duduk bersama dengan pengusaha angkutan desa dan organda, untuk memindahkan terminal angkutan desa dari Muaro Pariaman ke Terminal Jati Pariaman.
“Pemko terus optimalkan operasional Terminal Bus Jati Pariaman. Sehingga sumber-sumber perekonomian masyarakat di kota ini terus berkembang seiring dengan kemajuan daerah ke depan,” ujarnya. Sejumlah perubahan jalur dilakukan agar tidak ada penumpang yang tidak terlayani dengan pemindahan angkutan desa ke Terminal Jati ini.

Beberapa perubahan jalur angkutan yang memasuki Kota Pariaman, angkutan perdesaan dari arah utara seperti dari Kampung Dalam, Sungai Limau, Gasan, Sungai Geringging dan Padang Alai. Kemudian, akan masuk kota melalui Simpang Apar menuju Terminal Jati via Bypass, dan keluar melalui Simpang Lapai, menuju Kampung Baru, Kampung Belacan, Kampung Pondok dan menuju utara kembali.
Sementara, untuk angkutan pedesaan dari Lubukalung dan Sicincin, masuk Pariaman melalui Simpang Lapai menuju Terminal Jati, dan keluar menuju SimpangJati, Jalan Pahlawan, Kampung Pondok, Simpang Tabuik, Kampung Belacan, Kampung Baru, Simpang Galombang dan menuju selatan kembali.
Selama masa awal pengoptimalan terminal tersebut pemko melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi akan menurunkan sebanyak 70 orang personel yang akan ditempatkan pada pos-pos yang telah ditetapkan seperti Simpang Lapai, Simpang Apar, Simpang Jati, Simpang Tabuik dan pos-pos setiap persimpangan yang dilewati angkutan-angkutan yang masuk ke Kota Pariaman.
“Berbagai pembenahan serta perbaikan fasilitas dilakukan di terminal. Perbaikan ruang tunggu, mushala, WC umum serta penambahan rambu-rambu terus dilaksanakan sambil berjalan,” ulasnya. (nia)

 

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=26350

Bagus Novianto dan Anto Susanto

29/03/2012 06:57
Liputan6.com, Jakarta: Jika harga BBM jadi dinaikkan mulai April mendatang, dampaknya terhadap dunia usaha tidak bisa dielakkan. Termasuk, sektor usaha kecil menengah.
Mari menengok usaha konveksi milik Mukhtar di kawasan Kebon jeruk, Jakarta Barat, ini sudah berdiri sejak 1993 dan mempekerjakan 60 warga sekitar. Muhtar khawatir, kenaikan harga BBM akan mengganggu omset usaha konveksi celana jins miliknya.
Menurut pengamat ekonomi Umar Juoro, dampak inflasi akibat kebijakan ini akan terjadi selama enam bulan hingga satu tahun sejak kenaikan berlaku. Tentunya keuntungan dari sekor UKM akan berkurang karena diperkirakan mempengaruhi kenaikan biaya produksi sekitar 10 sampai 20 persen.
Dengan kondisi seperti ini, diharapkan pemerintah dapat menemukan solusi untuk mempertahankan kelangsungan sektor ekonomi yang berhubungan langsung dengan masyarakat bawah ini. (YUS)

pasar bordir

Pasar Bukittinggi tidak hanya terkenal sebagai tempat menjajakan aneka makanan khas Sumatera Barat, tetapi juga kain. Di Pasar Atas, Anda bisa menemukan aneka kain sulam khas Sumatera Barat dan tentunya kain songket yang khas.

Pasar Bukittinggi terbagi jadi tiga lokasi, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah. Salah satu bagian pasar yang tak boleh luput untuk dikunjungi adalah Pasar Atas. Dinamakan Pasar Atas karena letak geografisnya yang paling tinggi di antara pasar lereng dan bawah.

Begitu memasuki pasar ini, Anda akan disambut oleh jejeran patung dengan kain aneka warna. Yang membuat menarik adalah sulaman pada kain. Ini merupakan sulaman tangan para pengrajin di Bukittinggi. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 250.000-700.000, tergantung banyak sulaman dan jenis bahan. Selain kain sulam, Anda juga bisa melihat jejeran kain songket yang dipajang di etalase toko.

Nah, untuk kain songket, ada empat jenis kain yang dijual, yaitu kain songket benang satu, dua, tiga dan empat. Berbeda dengan kain dengan bordir sulam tangan, songket dijual dengan harga yang lebih tinggi. Kain songket benang 4 adalah yang paling murah. Untuk selembar kain songket benang empat, harganya dipatok Rp 700.000. Sedangkan untuk benang satu, dihargai mulai dari Rp 2.000.000. Perbedaan harga ini dikarenakan tingkat kesulitan pembuatan kain.

Selain kain, Anda juga bisa berburu cinderamata di pasar ini. Aneka suvenir dari gelang, kalung hingga tas ada di sini. Ingin gantungan kunci atau pajangan bergambar Jam Gadang? Di sinilah tempatnya.

Letak pasar yang berada di tengah kota memudahkan siapa saja untuk mencapai pasar ini. Maka dari itu, jika Anda berkunjung ke Bukittinggi, jangan lupa belanja kain di Pasar Atas ya!

Pasar Bukittinggi tidak hanya terkenal sebagai tempat menjajakan aneka makanan khas Sumatera Barat, tetapi juga kain. Di Pasar Atas, Anda bisa menemukan aneka kain sulam khas Sumatera Barat dan tentunya kain songket yang khas.

Pasar Bukittinggi terbagi jadi tiga lokasi, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah. Salah satu bagian pasar yang tak boleh luput untuk dikunjungi adalah Pasar Atas. Dinamakan Pasar Atas karena letak geografisnya yang paling tinggi di antara pasar lereng dan bawah.

Begitu memasuki pasar ini, Anda akan disambut oleh jejeran patung dengan kain aneka warna. Yang membuat menarik adalah sulaman pada kain. Ini merupakan sulaman tangan para pengrajin di Bukittinggi. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 250.000-700.000, tergantung banyak sulaman dan jenis bahan. Selain kain sulam, Anda juga bisa melihat jejeran kain songket yang dipajang di etalase toko.

Nah, untuk kain songket, ada empat jenis kain yang dijual, yaitu kain songket benang satu, dua, tiga dan empat. Berbeda dengan kain dengan bordir sulam tangan, songket dijual dengan harga yang lebih tinggi. Kain songket benang 4 adalah yang paling murah. Untuk selembar kain songket benang empat, harganya dipatok Rp 700.000. Sedangkan untuk benang satu, dihargai mulai dari Rp 2.000.000. Perbedaan harga ini dikarenakan tingkat kesulitan pembuatan kain.

Selain kain, Anda juga bisa berburu cinderamata di pasar ini. Aneka suvenir dari gelang, kalung hingga tas ada di sini. Ingin gantungan kunci atau pajangan bergambar Jam Gadang? Di sinilah tempatnya.

Letak pasar yang berada di tengah kota memudahkan siapa saja untuk mencapai pasar ini. Maka dari itu, jika Anda berkunjung ke Bukittinggi, jangan lupa belanja kain di Pasar Atas ya!

sumber:
http://travel.detik.com/read/2012/04/09/182510/1888224/1025/serunya-belanja-kain-di-pasar-atas-bukittinggi?d992201287

Sulam, Fashion dan Perempuan

Sebut saja sulam pita, tusuk silang, kepala peniti, tapis, usus, bordir, juga sulam manik-manik, border, dan sulam payet. Namun sejumlah jenis sulam seperti sulam bayang dari Kalimantan Timur, sulam kerang dari Nusa Tenggara Timur, dan beberapa dari
Lihat semua berita mengenai topik ini »

MEDAN- Salah satu sinergi dalam rangka meningkatkan inovasi dan kreativitas pemuda, melalui pertumbuhan usaha baru berbasis teknologi atau technopreneurship.

Untuk itu, Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek- RI) bekerja sama dengan Universitas Ciputra Enterpreneurship Center (UCEC) menyelenggarakan Kompetisi Technopreneurship Pemuda yang dilaksanakan secara nasional.

Guna mempromosikan kegiatan tersebut, langkah awal yang dilakukan yakni, sosialisasi di beberapa provinsi, salah satunya di Sumatera Utara (Sumut). Adapun lokasi yang dipilih, Universitas Sumatera Utara (USU).

“Target pelaksanaan kita ini sebenarnya pemuda Sumut, salah satunya di kampus USU untuk mensosialisasikan kegiatan yang kita lakukan,” ungkap Anteng Setia Ningsih, selaku Staf Deputi Iptek Industri Kecil Menengah RISTEK, saat menyampaikan sosialisasi Kompetisi Technopreneurship Pemuda di Ruang Laboratorium Pariwisata USU, Selasa (10/4).

Selain itu, sebut Anteng, kegiatan ini untuk memanfaatkan Iptek yang bernilai ekonomis agar dikembangkan para pemuda sehingga berperan dalam perekonomian di suatu daerah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat pemuda menjadi technopreneur melalui kreativitas dan inovasi mereka (pemuda).

Adapun sasaran kegiatan ini, kata Anteng, yakni mampu menciptakan industri baru berbasis teknologi dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi daerah.

Selain itu, diharapkan juga adanya gagasan-gagasan technopreneurship inovatif yang memiliki potensi untuk menjadi industri baru, serta terwujudnya peningkatan kegiatan perekonomian baru yang sustainable dipelopori pemuda.

Untuk tahapan kegiatan ini, menurut Anteng, terbagi atas seleksi, pelatihan dan pelaksanaan lapangan.

“Khusus tahapan seleksi akan dibagi menjadi dua tahap yakni tahap I dan II. Peserta yang lulus tahap I akan diikutsertakan dalam kegiatan pelatihan. Setelah menjalani seleksi peserta diwajibkan mengikuti seleksi tahap II, yakni mempresentasikan Business Plan yang telah direvisi selama pelatihan berlangsung,” jelasnya.

Selama kegiatan lapangan berlangsung, Tim Kementrian Riset dan Teknologi akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil kegiatan peserta.
Adapun jadwal kegiatannya yakni, penerimaan proposal dimulai 1-30 April 2012, seleksi tahap I, dimulai 1-18 Mei 2012, selanjutnya pengumuman tahap I pada 25 Mei 2012.(uma)

http://www.hariansumutpos.com/2012/04/31138/buka-peluang-usaha-bagi-pemuda.htm

peluang usaha

Jakarta – Tempe kini telah berubah tidak hanya menjadi makanan pokok sehari-hari tetapi telah dikembangkan menjadi jenis produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satunya es krim dari bahan baku tempe atau es krim tempe.

ES krim tempe yang bernama fit-es ini, bermula ketika seorang Peneliti dari LIPI yaitu Agustine Susilowati, sangat menyukai es krim tetapi dia tidak ingin gendut dan tetap sehat ketika memakan es krim. Agustine menciptakan es krim dari bahan tempe dan kemudian dipatenkan pada tahun 2001.

Menurut Yustina, Staff Bidang Kerjasama Komersial LIPI, kepada detikFinance beberapa waktu yang lalu. Es krim yang memiliki banyak manfaat ini, saat ini produk inovatif ini masih dipasarkan oleh LIPI. Yustina juga menyebutkan berbagai macam manfaat dari es krim tempe, yaitu:

Mudah dicerna karena banyak serat dari kedelai
Mengandung isoflavon glikon dari jamur tempenya itu sebagai antioksidan pencegah kanker
Bersifat hipokoleterolemik yaitu dapat menurunkan kadar lipid darah yang dapat mengontrol kadar kolesterol dalam darah,
Mengandung zat anti bakteri yang dapat memperkecil peluang infeksi.

Selain itu, Yustina menyebutkan selain memiliki berbagai macam manfaat, es krim tempe ini juga memiliki berbagai macam rasa yang dapat memenuhi selera para penikmat es krim semua umur.

“Ada rasa vanilla, mocca, pandan, coklat, melon, kiwi, dan pisang ambon,” imbuhnya kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Yustina menambahkan, es krim tempe ini bisa dikonsumsi siapa pun dan bisa dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalani program diet, mengidap penyakit diabet, jantung, kolesterol. Termasuk bagi mereka yang memiliki pantangan untuk mengkonsumsi terlalu banyak gula, lemak hewani, dan lain-lain.

“Tetapi dengan ini (es krim tempe), bisa tetap makan es krim tapi tetap sehat juga,” ujarnya.

Untuk jenis es krim tempe ini terdapat ada 3 varian yaitu: regular, vegetarian, dan diet. Khusus yang varian diet ditujukan kepada konsumen-konsumen yang sedang menjalani proses diet.

“Terus yang vegetarian juga, kalau di es krim umum kan mengandung susu dan zat-zat hewani, itu merupakan pantangan bagi para vegetarian, nah
karena semua mengandung nabati, maka es krim vegetarian ini aman dikonsumi bagi para vegetarian,” tambahnya

Harga es krim tempe ini relatif sangat murah dan terjangkau jika dibandingkan manfaatnya. Harga per cup (gelas es krim) yaitu Rp 5.000. Kedepannya, harga terebut akan bisa ditekan lagi dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak karena saat ini masih dipasarkan dan diproduksi oleh LIPI.

“Kita berharap ada mitra kerja, untuk memproduksi dan mendistribusikan es krim tempe ini. Ke mall, super market, dan masyarakat umum. Karena sekarang sudah ada es krim dari tempe, serta dengan kerjasama ini harganya bisa lebih murah daripada di produksi sendiri,” jelasnya.

Jika anda tertarik untuk memesan es krim tempe atau menjalin kerjasama untuk memasarkan dan memproduksi produk ini. Anda dapat menghubungi.
Pusat Inovasi LIPI:

info@inovasi.lipi.go.id

Atau bisa datang ke Bidang Kerjasama
Komersial Gedung A LIPI Lantai 3, Jln. Jend. Gatot Subroto No. 10 Jakarta

sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/04/09/113909/1887696/480/peluang-bisnis-unik-es-krim-citarasa-tempe


MAKASSAR, FAJAR — Presenter Indra Bekti dijadwalkan akan hadir meramaikan Femme, Minggu 8 April. Indra disebut-sebut bakal hadir bersama istrinya Dilla Jelita. Sesuai jadwal, Indra dan istri yang tengah hamil hadir pada pukul 15.00 Wita.

Menurut Project Officer 3Pro, Arief, Indra hadir dalam kaitan sebagai narasumber dalam talk show yang digelar 3Pro. Selain itu, Indra juga merupakan salah satu exhibitor.

Indra dan istri menghadirkan produk busana muslim. Produknya meliputi atasan, atasan tunik, gamis, dan baju koko untuk pria. Bordir stick merupakan ciri khas produk mereka.

“Indra juga akan menghadirkan produk busana muslim mereka dalam sesi fashion show. Acaranya diperkirakan setelah talk show, pukul 16.00 Wita,” urai Indra.

Direktur Operational 3Pro, Icha Z Lili mengatakan, Femme di hari terakhir akan mengalami klimaks. Jumlah pengunjung diprediksi akan berjumlah lebih besar dari empat hari pelaksanaan sebelumnya.

“Diprediksi pada hari terakhir bisa mencapai 1.500 sampai 2.000 pengunjung. Itu biasanya terjadi, sebagaimana perhelatan Femme sebelumnya. Pengunjung membeludak itu harapan kita,” sebutnya.

Icha optimis hal itu dapat terjadi, mengingat beragamnya item acara setiap harinya. Minggu ini, selain kehadiran Indra, fashion show dan lomba kebaya nasional juga digelar IWAPI.

“Kita juga menghadirkan konsultasi make up dengan menggunakan brand PAC dari Martha Tilaar. Jadi jangan sampai ketinggalan,” ungkapnya. (*)

sumber:
http://www.fajar.co.id/read-20120408004859-indra-bekti-tampilkan-busana-muslim

boordir

ENDE, KOMPAS.com — Keberadaan Destination Management Organization (DMO) dalam pengembangan pariwisata Indonesia harus mampu mengembangkan masyarakat kreatif sebagai bagian penting, sekaligus menjadi daya tarik utama suatu daerah tujuan wisata.

Hal itu dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian sekretariat dan pengukuhan anggota DMO Flores, Rabu (4/4/2012), di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Mari hadir bersama rombongan, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim.

“Di tiap tempat wisata ada industri kreatif, dan yang menjadi pusatnya adalah masyarakat. Ini perlu diperhatikan, dan saya titip juga kepada DMO Flores agar memperhatikan aspek ini, sebab masyarakat kreatif itu akan menjadi daya tarik utama suatu destinasi wisata,” kata Mari.

Mari mencontohkan, dari 14 penari Wanda Pala, yang menyambut kedatangannya di sekretariat DMO Flores masing-masing penari mengenakan sarung tenun dengan corak yang berbeda-beda. Hal itu mencerminkan kekayaan dan kearifan tradisional yang begitu kaya, juga menunjukkan masyarakat yang kreatif, yang perlu terus diperhatikan dan dibina agar mereka makin berkembang.

“Perancang busana Oscar Lawalata dalam satu pameran pernah menyampaikan ada sekitar 600 corak dan warna sarung tenun yang berbeda-beda untuk kawasan Flores saja, belum termasuk yang di Sumba dan Timor. Ini cerminan begitu kayanya kearifan tradisional, dan masyarakat yang kreatif di Flores,” ungkap Mari.

DMO Flores merupakan salah satu dari 15 DMO di Indonesia yang dikembangkan oleh Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata. Program itu untuk menyinergikan antara aksesibilitas, infrastruktur publik dan pariwisata, masyarakat, serta daya tarik obyek wisata.

Di sekretariat DMO Flores, Mari juga melihat-lihat sejumlah hasil kerajinan dari kelompok perajin tenun ikat, kelompok kuliner pangan lokal, maupun kelompok perajin kain bordir di Ende.

Ketua Tim Pengelola Kerajinan Desa Raporendu Ende, Dewi Sri (31) mengatakan, kelompok perajin binaannya mendapat dana pengembangan kelompok sebesar Rp 70 juta dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pariwisata. Anggotanya meliputi 15 kelompok perajin tenun ikat (tiap kelompok beranggotakan 10-20 orang), lalu 15 orang kelompok kuliner pangan lokal, dan perajin kain bordir 10 orang.

“Kami telah mengembangkan pembuatan sajadah dari kain tenun ikat bermotif masjid. Kami juga membuat tudung saji, tas, tempat tisu, baju bodo, dengan kombinasi kain tenun dan bordiran. Kami membuat pula produk kuliner seperti rolade ikan, bakso ikan, dan abon ikan,” kata Dewi Sri.

Ketua DMO Flores, Yakobus Mbira mengatakan, keberadaan DMO Flores agak berbeda dengan 14 DMO lain. DMO Flores merupakan destinasi wisata yang paling besar wilayahnya, sebab mencakup 8 kabupaten, yakni dari Manggarai Barat hingga Flores Timur. DMO lainnya, di antaranya adalah Rinjani, Bali, Toba, Bunaken, Sabang, Wakatobi, Raja Ampat, Kota Tua Jakarta, Pangandaran, dan Bromo-Tengger-Semeru.

Chief Executive Officer (CEO) DMO Flores, Adi Soenarno mengemukakan, DMO Flores mempunyai visi menjadikan Pulau Flores sebagai destinasi wisata petualangan dan budaya terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2020.

sumber:
http://travel.kompas.com/read/2012/04/04/22282335/DMO.Harus.Mampu.Kembangkan.Kreativitas.Masyarakat

Metal and Embroidery

Embroidery is an art. And like any other art, it allows for innovation and experimentation as considerably as you want. There are endless possibilities when it comes to embroidery designs and embroidery styles. By just using various colors and patterns, one can come out with something new and lovely each now and once more.  Although playing around with colors and fabrics there usually a opportunity you could come out with something totally delightful.

One strange but intriguing innovation in your embroidery can be the use of metal. Embroidered metal discs might sound strange but when you actually work on them they can turn out to be a genuinely piece of work that can be employed for numerous purposes. Straightforward perforated beading discs can be utilised for this purpose. Use the holes in the disc to embroider about them, the holes act as a guide and a frame for the design. The resulting discs are actually cute and can be utilized in a number of crafts.

You can use as a lot of colors as you want and weave a selection of designs in the discs. You can either use wool, pearl cotton thread or basically the stranded floss thread. But typically the stranded floss thread is not a preferred option as it may split and get a bit messy. Take care that prior to you start stitching, leave a few inches of thread from the back so as to make a loop. Following the holes you can make distinct patterns with distinct colors. There is no limit to the designs and patterns you can generate. Like a kaleidoscope you can turn up with diverse wonderful patterns each time you embroider. When you are done tie the ends of the thread into a double knot.

The only 1 thing that can possibly be a little bothersome is that for some reason the holes in the outer most loops on the disc are not as symmetric as in the rest of the disc. But due to the flexibility of the designs this is not a main problem. You can then use the colorfully embroidered discs to several purposes. You can either attach two discs back to back to produce a pendant like structure. This can be employed as a stylish pendant, as an accessory on a bag or denim jackets, as buttons on knitted sweaters, as runner for a zipper or any other purpose you can believe of. If you are a bit adventurous, they can be used as earrings or charms on bracelets. They are light weight and easy to use.

You can use the outermost row of holes to stitch it to the fabric. You can adorn the fabric with other machine embroidery designs.  Just match your thread color to the embroidery, and your stitches will be invisible. These metal discs are super inexpensive, and come in distinct sizes. Happy Stitching!

World’s largest selection of Embroidery Designs obtainable at OPW Embroidery Design Gallery. An on the internet 1 stop gallery for ideal good quality embroidery designs. We have expert embroidery designers at OPW Mall specialists in providing high good quality machine embroidery designs, supplies and services.


Post from articlesbase.com

Pembayaran

Hubungi Kami

Call 031 77 67 55 57

Sms 081 330 154 977

Like us?

Iklan

Jasa Publisher Website di Google

Jasa Pembuatan Toko Online

Pembuatan: Jaket, Kaos, Rompi, dll

Pengunjung ke